Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang diwakili Sdri. Nunung Isnaini Dwi Ningsih, S.Si., M.Kom menghadiri acara Seminar dan Wokshop Pranata Laboratorium Pendidikan yang diselenggarakan oleh PLP Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bekerjasama dengan Bidang Sumberdaya Manusia UGM selama 2 hari yaitu pada 20 – 21 Oktober 2016 di Grha Sabha Pramana UGM. Acara dengan tema,“Kebijakan dan Strategi Menuju PLP yang Profesional”, dihadiri oleh kurang lebih 400 PLP dari lebih 20 universitas di Indonesia.

Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Suratman, M.Sc wakil rektor bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Pada pembukaan beliau mengatakan bahwa PLP menjadi motor penelitian universitas. PLP bukan sekedar aset laboratorium, aset fakultas, aset universitas, tetapi aset bangsa dalam berkontribusi dalam inovasi. PLP perlu diperkuat demi kuatnya daya saing bangsa. Beliau juga menekankan agar ke depan ada roadmap nasional yang jelas dalam pengembangan PLP nasional. Selanjutnya keynote speaker pertama adalah Kasubdit Tenaga Kependidikan DIKTI memaparkan tentang rencana kegiatan dan regulasi Ditjen sumber daya IPTEK dan DIKTI untuk mewujudkan PLP yang kompeten dan profesional. Beberapa program yang segera dilakukan adalah program short-term training luar negeri, program registrasi tendik melalui SIM tendik, program bimtek penulisan KTI dan lonba KTI terbaik, dan program dukungan riset bagi pengembangan profesi. Kasubdit mengharapkan keaktifan dan kecepatan para PLP dalam mensikapi semua peluang yang telah diberikan, khususnya program yang sudah dilaunching dimana surat edaran sudah diberikan ke seluruh rektor yaiu short term training. Beliau jg memaparkan topik-topik penelitian yang relevan dengan renstra pemerintah bagi PLP.Hari kedua Direktur SDM UGM Dr. Drs. Ratminto, M.Pol menyampaikan tentang inovasi sebagai penentu peningkatan daya saing. Pada sesi ini digambarkan secara singkat, padat, jelas bahwa kesuksesan PLP akan terwujud dengan inovasi. Inovasi dapat terwujud jika adanya sistem yang mendukung (pimpinan dan kebijakan) dan PLp itu sendiri.

Selanjutnya adalah workshop yang membahas tuntas tentang teknis penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), disampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Rochman. KTI harus menjadi andalan bagi PLP untuk mendapatkan KUM yang banyak karena angka kreditnya cukup tinggi.