Tertarik dengan Jasa Analisa Lab Pangan?

Kamis, 28 Juli | Myusuf/Info-Pipit

Saat perkuliahan libur laboratorium pangan tidak serta merta meliburkan diri dalam aktivitasnya, justru dengan libur perkuliahan laboratorium ini banyak menerima jasa analisa dan riset dari Klien diluar UIN diantaranya dari universitas seperti: UI, IPB, UNJ, Al Azhar Indonesia, ITI, Mathla’ ul Anwar Banten, ITB dll. sedangkan klien dari instansi lain: BPPT, BATAN dan dari perusahaan swasta seperti perusahaan home industri juga datang ke laboratorium pangan untuk meminta jasa uji analisa. Hal ini dikarenakan peralatan laboratorium sangat mendukung untuk menerima permintaan jasa analisa, sehingga tidak heran banyak klien tertarik datang.

Peralatan yang sering digunakan diantaranya:
GC-MS : Gas Chromatography Mass Spectrophotometer
Tersedia kolom Rtx-1ms dan DB-5ms

Alat ini dapat menganalisa :
Minyak atsiri
Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), minyak  esensial, minyak terbang, serta minyak aromatik, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, sulingan minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.

Asam lemak
Asam lemak (bahasa Inggris: fatty acid, fatty acyls) adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Bersama-sama dengan gliserol, merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (karena lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida.

Hidrokarbon
Hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.

PAH (Poly aromatic hydrocarbon)
Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) merupakan kelompok senyawa yang memiliki berat molekul besar, berbentuk datar, dan memiliki struktur dengan banyak cincin aromatik. Senyawa ini banyak terdapat di alam sebagai polutan hasil pembakaran bahan-bahan organik, baik dalam bentuk partikel padat ataupun gas. Beberapa jenis senyawa PAHs bersifat karsinogenik. Salah satu jenis senyawa PAHs yang digunakan sebagai indikator tingkat keamanan PAHs adalah Benzo(a)pyrene (BaP) karena diidentifikasi sebagai senyawa yang paling tinggi tingkat karsinogenitasnya. Karena sifatnya yang karsinogenik tersebut, beberapa negara seperti Jerman sudah menetapkan batas maksimum BaP sebesar 1 ppb pada produknya. Karena Indonesia memiliki beberapa produk yang diproses dengan pembakaran, kandungan PAHs harus dijadikan syarat mutu pada standar produk pangan.

Gliserol
Gliserol (bahasa Inggris: glycerol, glycerin, glycerine) adalah senyawa gliserida yang paling sederhana, dengan hidroksil yang bersifat hidrofilik dan higroskopik. Gliserol merupakan komponen yang menyusun berbagai macam lipid, termasuk trigliserida. Gliserol terasa manis saat dikecap, namun bersifat racun. Gliserol dapat diperoleh dari proses saponifikasi dari lemak hewan, transesterifikasi pembuatan bahan bakar biodiesel dan proses epiklorohidrin[1] serta proses pengolahan minyak goreng.

HPLC (Hight Performance Liquid Crhomatography)
tersedia kolom supelcosil C18

  1. Analisa Vitamin C
  2. Obat-obatan
  3. Antibiotik

Guna kelancaran analisa peralatan ini diperlukan perawatan yang rutin yaitu dibersihkan setelah melakukan uji analisa perawatan-perawatannya seperti pembilasan kolom, pergantian sectum glass liner dll.

info jasa analisa:
Prita/Pipit  +6221 740 1592 extensi.2102
Fax. +6221 749 5967

Leave a Reply